Makanan Sehat

6 Jenis Teh yang Membantu Menurunkan Berat Badan

Metabolisme sering dikaitkan dengan kesehatan terutama untuk menurunkan berat badan. Tapi, bagaimana hal itu bisa terkait? Pada dasarnya, metabolisme Anda adalah bagaimana tubuh mengubah makanan dan minuman menjadi energi. Jika memiliki metabolisme yang lebih cepat, tubuh membakar energi lebih cepat, inilah yang dapat membantu penurunan berat badan yang sehat dan manajemen berat badan.

Menurunkan berat badan dan meningkatkan metabolisme melibatkan lebih dari sekadar jenis makanan atau minuman tertentu, ada beberapa jenis minuman yang dapat dikonsumsi untuk memenuhi tujuan berdasarkan nutrisi dan antioksidan yang dikandungnya.

Inilah enam jenis teh yang dapat diminum untuk meningkatkan metabolisme dan menurunkan berat badan menurut ahli. 

1. Teh jahe

Teh jahe dikenal sebagai salah satu teh paling sehat. “Jahe unik untuk menurunkan berat badan karena mengandung senyawa yang dikenal sebagai gingerol dan shogaols. Senyawa ini menciptakan efek antioksidan dalam tubuh yang mengurangi kerusakan radikal bebas dalam tubuh. Kerusakan ini menyebabkan peningkatan stres oksidatif yang dapat menyebabkan dan memperburuk obesitas, dan juga dapat menyebabkan penurunan metabolisme, energi, dan banyak lagi,” kata Trista Best, ahli diet terdaftar di Balance One Supplements.

2. Teh hitam

Teh hitam adalah minuman klasik yang dinikmati oleh banyak budaya yang berbeda. Tidak hanya mengandung kadar kafein yang pas, tetapi juga mengandung nutrisi bermanfaat untuk meningkatkan metabolisme.

“Ini biasanya mengandung flavon, yang telah terbukti mempercepat metabolisme dan mendukung penurunan berat badan dengan mengatasi kelebihan kalori atau pembakaran lemak dalam tubuh. Kafein dalam teh hitam juga dapat meningkatkan metabolisme, terutama ketika diminum di pagi hari, dan juga dapat membantu mengatur total BMI (indeks massa tubuh),” kata Nataly Komova, ahli diet dan kebugaran terdaftar di Just CBD

3. Teh matcha

Matcha adalah jenis teh hijau populer yang dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan. Teh ini mengandung kafein, antioksidan, dan sifat anti-inflamasi. Minum secangkir teh matcha sebelum berolahraga telah terbukti meningkatkan metabolisme dan oksidasi lemak, yang dapat membantu penurunan berat badan. Oksidasi lemak adalah kecepatan di mana tubuh menggunakan atau membakar lemak tubuh, dan tingkat yang lebih tinggi menyiratkan peningkatan penurunan berat badan,” kata Komova.

4. Teh hijau

Teh hijau adalah teh klasik yang meningkatkan metabolisme dan salah satu pilihan paling umum di kalangan peminum teh. Teh hijau kaya akan antioksidan dan telah dikaitkan dengan penurunan lemak dan penurunan berat badan. Teh hijau sarat dengan katekin, sejenis antioksidan yang telah terbukti membantu meningkatkan pembakaran lemak, terutama saat berolahraga. Sebuah studi menunjukkan bahwa perempuan yang minum ekstrak teh hijau selama 12 minggu mendapatkan penurunan berat badan dan pinggang yang lebih kecil. 

“Sebuah tinjauan dari 14 studi pada tahun 2014 menunjukkan bahwa peserta obesitas kehilangan rata-rata 0,44-7,7 pon lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang tidak minum teh hijau dalam periode 12 minggu,”  kata Vandana Sheth, ahli diet penulis My Indian Table – uick & Tasty Vegetarian Recipes.

5. Teh oolong

Jika bukan penggemar teh hitam atau hijau, oolong selalu merupakan alternatif bagus yang masih dilengkapi dengan antioksidan bermanfaat untuk membantu menurunkan berat badan.

“Teh oolong telah dikaitkan dengan mempromosikan penurunan berat badan dengan meningkatkan bagaimana tubuh kita memetabolisme lemak. Sebuah studi pada tahun 2009 menemukan bahwa lebih dari 64-66 persen peserta obesitas dan kelebihan berat badan dalam studi enam minggu sambil minum 8 gram teh oolong per hari kehilangan lebih banyak. dari dua pon,” kata Sheth.

6. Teh Rooibos

Rooibos adalah pilihan yang berguna untuk meningkatkan metabolisme jika tidak menginginkan kafein seperti yang terdapat pada kebanyakan teh. “Rooibos yang berasal dari Afrika Selatan adalah teh herbal yang mengandung aspalathin. Senyawa ini berpotensi membantu meningkatkan metabolisme gula dan lemak. Namun, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan,” kata Sheth.